Selamat Datang di Website Resmi Nagari Kampuang Galapuang Ulakan Download Aplikasi Galapuang Go Gadget di Hp Anda

Artikel

Ba Alang-alang (Bermain Layang-layang)

15 Maret 2020 20:37:48    876 Kali Dibaca  Berita Nagari

           Ba alang-alang, itulah sebutan masyarakat sekitar Ulakan Tapakis dalam mengekspresikan permainan layang-layang. Permainan ini merupakan salah satu permainan rakyat di Minangkabau. Meskipun demikian, permainan ini tidak terlepas dari pengaruh perbedaan pelaksanaan hukum adat disetiap daerah di Minangkabau yang dikenal dengan pepatah "lain lubuak, lain pulo ikannyo". Pelaksanaan pepatah tersebut sangat terlihat jelas dalam permainan layang-layang ini. Hal tersebut dapat dilihat dari pemberian nama dan bentuk pembuatan layang-layang itu sendiri. Disekitar daerah kabupaten Padang Pariaman khususnya Ulakan Tapakis, layang-layang yang digunakan dikenal dengan sebutan layang-layang danguang. Bentuk layang-layang di kabupaten Padang Pariaman, khususnya Ulakan Tapakis, pada bagian atas (badan) berbentuk oval yang runcing di kedua bagian ujungnya, sedangkan pada bagian ekor berbentuk setengah lingkaran seperti pada gambar diatas. Disamping itu, didaerah yang berbeda di Minangkabau seperti kota Padang dan sekitarnya layang-layang yang dimainkan dikenal dengan sebutan layang-layang darek. Dalam hal bentuk, pada bagian atas(badan) layang-layang darek mirip dengan layang layang danguang di Padang Pariaman. Akan tetapi, pada bagian bawah(ekor) layang-layang darek berbentuk segitiga yang sangat berbeda dengan layang-layang danguang di Padang Pariaman. Untuk menerbangkan sebuah layang-layang yang berukuran besar (layang-layang tali limo) biasanya membutuhkan minimal 5 orang. Kelima orang tersebut mempunyai tugas pada masing-masingnya, seperti satu orang yang memegangkan layang-layang (tukang jowak an), dua orang yang bertugas memastikan tali layang-layang selalu dalam kondisi aman untuk diterbangkan, satu orang yang bertugas memegang katrol tali layang-layang, dan satu orang yang bertugas untuk menerbangkan layang-layang (tukang papeh).

         Biasanya permainan layang-layang di Padang Pariaman, khususnya ulakan dilakukan dalam bentuk perlombaan. dalam perlombaan tersebut juga tidak terlepas dari peran adat dalam memutuskan kesepakatan mengenai ketentuan-ketentuan perlombaan. Di Ulakan Tapakis ketentuan perlombaan terbagi atas beberapa kriteria seperti (1) ukuran layang-layang pada setiap kategori, (2) sistem penilaian perlombaan layang-layang, dan (3) ketentuan pemberian hadiah. Berdasarkan kriteria tersebut, ketentuan perlombaan yang diterapkan di Ulakan Tapakis sekarang yaitu, (1) ukuran layang-layang pada setiap kategori tali 1,2,3,4,dan 5 ditentukan oleh pihak tuan rumah, (2) sistem penilaian perlombaan yang digunakan yaitu sistem pacu, (3) sistem pemberian hadiah berdasarkan dua tahap pertandingan yaitu rimbun dan buko dengan penentuan hadiah yang diberikan berdasarkan bendera terbanyak yang dikumpulkan dan juara pada tahapan buko. Untuk bisa memasuki tahapan perlombaan buko, setiap layang-layang harus mampu  memperoleh minimal satu bendera. Hal tersebut merupakan tahapan yang biasanya digunakan, meskipun pada dasarnya pihak tuan rumah memiliki wewenang penuh dalam menentukan kriteria perlombaan.

        Terlihat pada gambar diatas pemuda korong Ujuang Rajang nagari Kampuang Galapuang sedang mempersiapkan layang-layang kebanggaannya "Si Kuda Pacu Hitam Merah Ekor" untuk perlombaan layang-layang di korong Maransi nagari Seulayat yang diadakan secara bergilir. Layang-layang pada gambar tersebut merupakan layang-layang yang termasuk pada kategori ukuran tali 5 dengan ukuran 3,70M. Korong Ujuang Rajang merupakan salah satu korong di nagari Kampuang Galapuang yang aktif berpartisipasi dalam perlombaan layang-layang di Ulakan Tapakis. biasanya untuk mengumpulkan dana dalam mengikuti perlombaaan dilakukan secara bergotong royong atau dikenal juga dengan istilah badoncek. dalam menerbangkan layang-layang kebanggaannya pada setiap perlombaan, pemuda korong Ujuang rajang mempunyai joki spesialis yaitu Ajo Ican dan untuk bagian menghias dipercayakan kepada Syaipul, sedangkan orang yang berperan besar dalam menciptakan layang-layang yang tangguh dan ditakuti dipercayakan kepada Ajo Sihen. ketiga orang inilah yang sekarang ini berjuang membawa nama baik nagari Kampuang Galapuang khususnya korong  Ujuang Rajang dalam kancah perlombaan layang-layang.

Abdul hamid
29 April 2020 12:06:54
Segeh.. Apo beda talin5 jo tali 6 ko sanak?
Aciak bara bere
16 Maret 2020 20:04:56
Yo padiah banaye, bilo acara e di nagari awak tu????

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Wilayah Nagari

Video Nagari

Aparatur Nagari

Back Next

Sinergi Program

Prodeskel
PRISMA DUKCAPIL SIAK
Mapinfo SIPAKEM
Nagari CMS BMKG

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Penduduk

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:340
    Kemarin:352
    Total Pengunjung:98.618
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:172.25.88.3
    Browser:Tidak ditemukan

Lokasi Kantor Nagari


Kantor Desa
Alamat : Jl. Syehk Burhanuddin Korong Kampuang Aru
Nagari : Kampuang Galapuang Ulakan
Kecamatan : Ulakan Tapakis
Kabupaten : Padang Pariaman
Kodepos : 25572
Telepon :
Email : nagarikampuanggalapuangulakan@gmail.com