Selamat Datang di Website Resmi Nagari Kampuang Galapuang Ulakan Download Aplikasi Galapuang Go Gadget di Hp Anda

Artikel

KEMAJUAN PETANI DI TANGAN GENERASI MUDA

18 Maret 2020 18:53:47    251 Kali Dibaca  Berita Nagari

Masyarakat Nagari Kampuang Galapuang Ulakan mulai mengalami peningkatan SDM dalam bertani meskipun belum seberapa, sudah banyak petani melakukan pecobaan dalam menanam, walaupun belum puas hasil yang di capai setidaknya masyarakat tidak putus asa terus mencobanya dan sampai sekarang setidak masyarakat sudah tau kelemahan dan kekurangan dalam bercocok tanam. ''Nah pertanyaan nya kenapa generasi muda kurang dalam bertani'' pada hal hasil bertani cukup memuaskan dan menjamin kehidupan masa depan, berikut ini informasi yang saya dapat sebagai berikut.

Menurunnya jumlah petani, ditambah lesunya minat anak muda bergelut di sektor pertanian, membuat Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris yang subur terancam kehilangan mimpinya mewujudkan kedaulatan pangan di masa mendatang. Berdasarkan data BPS, dalam kurun 10 tahun (2003-2013), jumlah rumah tangga petani berkurang sebanyak 5 juta. Program Duta Petani Muda oleh Kementerian Pertanian yang pertama kali digelar pada 2014 silam, tengah menggalakkan isu seputar regenerasi petani ke masyarakat luas. Hal ini guna menampik berbagai anggapan miring seputar pekerjaan petani, seperti anggapan pekerjaan petani kotor, miskin, tidak jelas pendapatannya dan sebagainya.

Atas dasar itu pula, tak heran juga dari tahun ke tahun jumlah petani di Indonesia terus menyusut. Dalam kurun waktu 2010 - 2014 berdasarkan data sensus pertanian saja, sudah ada sekitar tiga juta tenaga kerja yang rela keluar dari dunia pertanian. Presiden Joko Widodo pernah mengungkapkan kegelisahannya tentang masa depan dunia pertanian Indonesia, mengingat banyak sarjana pertanian yang justru bekerja sebagai pegawai bank. Kekhawatiran Presiden Jokowi ini cukup beralasan karena petani punya andil cukup besar dalam ketahanan pangan nasional. Data BPS 2013 bahkan mencatat sekitar 61 persen petani Indonesia berusia di atas 45 tahun. Masih banyak generasi milenial yang menganggap profesi sebagai petani tidak keren dan memiliki masa depan suram dibandingkan profesi lainnya.

Direktur Perlindungan Hortikultura Sri Wijayanti Yusuf dalam diskusi dengan Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) di Kampus Universitas Sumatera Utara, beberapa bulan lalu menekankan pentingnya peran mahasiswa di sektor hortikultura. Hortikultura merupakan sektor menjanjikan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, mulai dari komoditas sayur, buah, tanaman hias dan tanaman obat.

"Bisnis di bidang hortikultura masih sangat terbuka. Kita masih membutuhkan banyak pengusaha muda untuk berani terjun di bidang hortikultura," jelas Direktur yang biasa dipanggil Yanti ini.  Bisnis hortikultura, kata Yanti, mulai dari produksi, pasca panen, pengolahan hingga pemasaran masih membutuhkan banyak pengusaha untuk terlibat. Yanti mengajak para mahasiswa memahami untuk terjun langsung ke lapang, sehingga setelah lulus dari universitas sudah menentukan pilihan usaha yang akan digeluti. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman optomistis mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. Amran mengatakan generasi muda berperan penting untuk mempercepat peningkatan produksi pertanian. Adapun kebijakan dan capaian Kementan dalam 4 tahun berjalan pemerintahan Jokowi-JK di antaranya keberhasilan swasembada beras, bawang, dan cabai sejak 2016 hingga 2017. Jagung pun dari 2017 hingga saat ini belum ada impor. 

Skenario menuju lumbung pangan dunia melalui tahapan-tahapan yang membutuhkan “political will” dan "political action” yang serius termasuk dukungan infrastruktur, inovasi teknologi yang terus berkembang dan kekuatan kelembagaan pertanian dari seluruh lini baik pusat dan daerah. Juga keterkaitan dan peran serta elemen lain tidak hanya dalam aspek non teknis namun juga dalam bentuk teknis.

Dewasa ini penting mengubah imej petani dari yang selama ini diindentikkan dengan tua, miskin, pekerjaan kotor, kurang berpenghasilan menjadi petani muda, keren, menguntungkan, kekinian dan tentunya kaya.  Bob Sadino (alm) contoh nyata. Beliau mengawalli kariernya sebagai penjual telur ayam dan petani melon sehingga sukses menjadi pengusaha dan menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

Negara maju seperti Amerika juga memiliki daftar orang terkaya yang berasal dari pekerjaan sebagai petani seperti Harry Stine dan juga Howard Buffet keduanya adalah pemilik perusahaan yang bergerak di bidang pertanian dan masing – masingnya sukses tercatat sebagai orang terkaya di Amerika. Memang, pada awalnya akan banyak sekali tantangan. Alamanda, salah satu Kelompok Tani tanaman hias pengolah rangkaian Dracaena Sanderiana di Kabupaten Sukabumi. Anas, ketua kelompok, merupakan petani muda yang cukup aktif melakukan ekspor ke beberapa negara. 

Dengan adanya ekspor ini maka Kelompok Tani Alamanda telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Anas mengatakan dari keseluruhan ekspor kali ini Poktan Alamanda sendiri memasok 20 persen dan 80 persen dari plasma atau masyarakat sekitar. Dengan bertani berarti kita bersahabat dengan alam, bila kita menghargai alam maka alampun memberikan kesejukan, kedamaian dan kekuatan, atas 3 unsur itulah akan memberikan manfaat pada manusia dan isinya," jawab Anas ketika ditanya mengapa dia memilih bertani.

Keberadaan kampus sebagai civitas akademika juga diharapkan mampu menjadi lokomotif perubahan. Merubah paradigma bahwa pertanian merupakan sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan benar dan memperhatikan kaidah agribisnis yang tepat.Pertanian bukan hanya berkutat soal budidaya saja, tetapi dimulai dari proses manajemen pra tanam, budidaya hingga pasca panen. Dengan proses manajemen yang tepat akan menimbulkan daya tarik baru bagi generasi petani muda.

Kampus juga diharapkan mampu memberikan inovasi terbarukan dengan dikembangkannya riset – riset berkualitas untuk menghasilkan teknologi pertanian modern serta berkelanjutan yang dapat meningkatkan produktivitas serta nilai tambah sektor agraris. Demikian pula pemerintah perlu memberikan dukungan untuk mendorong terciptanya riset untuk diaplikasikan ke petani langsung. Bahkan saat ini digitalisasi pertanian sudah mulai diaplikasikan oleh petani di beberapa daerah. 

Sebagaimana proyek percontohan yang dikembangkan pemerintah di Brebes, Jawa Tengah tentang “Petani Digital”. Begitu juga aplikasi digital canggih validasi data yang diberi nama “HARA” juga sudah mulai digunakan di Lampung dan Merauke. Aplikasi tersebut juga memberikan dampak positif terhadap kenaikan produksi pertanian. Produk digital semacam ini perlu terus dikembangkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan gaya hidup anak muda dewasa kini.

Pendek kata, krisis petani muda merupakan satu dari sekian permasalahan di sektor pertanian. Untuk itulah diperlukan adanya integrasi antara pemerintah, kampus, serta petani muda itu sendiri dalam hal mendekonstruksi serta merekonstruksi paradigma baru dalam hal bertani. Tanpa adanya integrasi antar ketiganya jangan harap ancaman regenerasi petani akan dapat diatasi.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Wilayah Nagari

Video Nagari

Aparatur Nagari

Back Next

Sinergi Program

Prodeskel
PRISMA DUKCAPIL SIAK
Mapinfo SIPAKEM
Nagari CMS BMKG

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Penduduk

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:361
    Kemarin:352
    Total Pengunjung:98.639
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:172.25.88.3
    Browser:Tidak ditemukan

Lokasi Kantor Nagari


Kantor Desa
Alamat : Jl. Syehk Burhanuddin Korong Kampuang Aru
Nagari : Kampuang Galapuang Ulakan
Kecamatan : Ulakan Tapakis
Kabupaten : Padang Pariaman
Kodepos : 25572
Telepon :
Email : nagarikampuanggalapuangulakan@gmail.com